Jurnal Wallpaper
Catatan tenang tentang cahaya, lanskap, dan warna — serta wallpaper yang lahir darinya.
Gunung Salju, Cahaya PertamaSebelum lembah-lembah terbangun, puncak-puncak sudah diam-diam menyala.
Malam-Malam Ketika Langit MenghijauAurora adalah cuaca kiriman matahari, tiba terlambat delapan menit dan berdandan rapi untuk acaranya.
Ekonomi Singkat Musim GugurSelama kira-kira tiga minggu dalam setahun, hutan membelanjakan seluruh tabungannya.
Gumuk Pasir: Geometri Tanpa ArsitekTidak ada yang merancang gurun, dan itu kentara — ia terlalu percaya diri.
Air Terjun, Diperlambat Menjadi SutraEksposur panjang tidak mengaburkan air. Ia memperlihatkan bentuk waktu yang mengalir melewatinya.
Pujian untuk KabutKabut adalah lanskap yang menyunting dirinya sendiri hingga tersisa yang penting saja.
Kota-Kota yang Menolak TidurDi malam hari, kota berhenti menjadi infrastruktur dan mulai menjadi panggung.
Laut, Mengulang Dirinya SendiriOmbak sudah menjalankan eksperimen yang sama selama empat miliar tahun. Hasilnya masih ditunggu.
Untuk Apa Kegelapan AdaBerkendaralah dua jam dari kota mana pun dan alam semesta kembali mengudara.
Danau: Cermin yang PertamaDi pagi tanpa angin, danau akan menggandakan gunung mana pun secara cuma-cuma.
Ladang di Penghujung HariJam keemasan adalah cara matahari meminta maaf atas tengah hari.
Warna Persis Milik LiburanAir toska hanyalah fisika, dan itu tidak membuatnya jadi lebih masuk akal.
Dipandangi oleh BinatangPotret satwa liar terbaik membalikkan arah kamera: mendadak Andalah yang sedang diamati.
Gedung-Gedung, MenengadahSetiap pencakar langit juga merupakan diagram tentang seseorang yang menolak berhenti.
Bunga pada Jarak BacaLensa makro mengubah tulip menjadi lanskap dan setetes embun menjadi cuaca.
Danau Alpen, Dingin dan PresisiDi atas batas pepohonan, air berhenti menjadi pemandangan dan mulai menjadi barang bukti.
Jalanan Selepas HujanHujan tidak merusak foto kota. Ia mencucinya hingga muncul gambarnya.
Negeri NgaraiNgarai adalah autobiografi sebuah sungai, ditulis dari atas ke bawah.
Nyaris Kosong, dengan SaksamaMinimalisme bukan ketiadaan benda. Ia kehadiran tepat satu benda.
Warna Tanpa UrusanWallpaper abstrak tidak meminta apa pun dari Anda. Itulah seluruh daftar riwayat hidupnya.
Apa yang Dilakukan Salju pada SuaraSalju yang baru turun adalah satu-satunya cuaca yang bisa didengar lewat ketiadaannya.
Pemandangan yang Menjelaskan SegalanyaDari ketinggian empat ratus meter, lanskap berhenti berpose dan mulai mengaku.
Tetangga-Tetangga Terdekat KitaBulan adalah satu-satunya lanskap yang pernah dilihat langsung oleh setiap manusia yang hidup.
Lima Puluh Rona KlorofilTidak ada warna yang punya lebih banyak sinonim daripada hijau hutan, dan tidak ada hutan yang memakai kurang dari semuanya.
Kota-Kota yang Menghadap AirKota pelabuhan adalah perundingan: laut mengajukan usul, rumah-rumah menjawab dengan warna.
Kuda-Kuda yang Tak AcuhSepuluh ribu tahun kemitraan, dan mereka masih bersikap seolah padang itu milik mereka. Memang milik mereka.
Tanah yang Masih DibentukNegeri vulkanik adalah geologi tanpa antre menunggu.
Kepahlawanan Sederhana JembatanJembatan adalah infrastruktur yang mengakui dirinya puisi.
Ungu, per HektareLadang lavender adalah apa yang terjadi ketika pertanian tak sengaja melakukan kesenian.
Fisika Bulu UnggasBurung yang terbang adalah dalil bahwa gravitasi kalah.
Garis Kontur yang Bisa DitanamiSawah terasering adalah wujud peta topografi ketika manusia menganggapnya harfiah.
Awan-Awan yang Punya NiatFront badai adalah langit yang, untuk sekali ini, terlihat sedang mengerjakan sesuatu.
Ikan yang Pelan, Air yang CerahKolam koi adalah screensaver yang mendahului layar seribu tahun.
Dua Minggu Merah MudaBunga sakura adalah keindahan yang punya tenggat, dan justru itulah intinya.
Pantai dalam Pakaian BerkabungPasir hitam membuktikan bahwa pantai tak pernah perlu ceria untuk menjadi indah.
Jalanan yang Lebih Tua dari PetaDi kota tua, setiap salah belok adalah gang kesayangan seseorang.
Bangunan yang HidupTerumbu karang adalah arsitektur, kota, dan penduduknya sekaligus.
Tempat Langit Menyentuh PasirGurun mengerjakan karya terbaiknya setelah jam tutup.
Musim MerahSebagian negeri mendapat musim gugur. Segelintir menggubahnya.
Komite Para KucingKucing-kucing besar punya tepat satu ekspresi wajah, dan itu sudah memadai.
Bentuk-Bentuk yang Tahu DiriGeometri adalah satu-satunya tempat di mana segala sesuatu berada persis di tempat seharusnya.
Di Atas CuacaDakilah cukup tinggi dan awan-awan berpindah pihak.
Sungai-Sungai, Menjalani UrusannyaAir selalu menemukan jalan turun. Ia tak pernah sekali pun terburu-buru soal itu.
Warna, Ditanam BerbarisLadang tulip adalah bukti bahwa orang Belanda pernah menghargai sekuntum bunga di atas sebuah rumah, dan Anda bisa memahami alasannya.
Kota dalam Hitam PutihCabut warna dari sebuah jalan dan yang tersisa adalah alur ceritanya.
Cara Terbang Paling LambatBalon udara tidak bisa dikemudikan, hanya bisa dibujuk. Para penumpang melaporkan bahwa justru itulah intinya.
Langit sebagai Bagan WarnaDua puluh menit setelah matahari terbenam, langit menggelar gradasi yang tak akan berani dibuat perangkat lunak mana pun.
Alam Benda, Edisi TerkiniAbad ketujuh belas melukis buah dan tengkorak. Kita memotret meja kerja dan kopi. Genre itu bertahan.
Busana Resmi, Burung SantaiPenguin berdandan untuk acara yang tak kunjung datang dan tetap bersemangat baik mengenainya.
Lembah-Lembah, Terisi Sampai BibirAda pagi-pagi ketika lembah terbangun sebagai danau awan, dan bukit-bukit menjadi garis pantai.
Sungai-Sungai Lampu DepanBiarkan rana terbuka dan lalu lintas mengakui jati dirinya: sebuah arus.
Tempat Jam-Jam Berjalan KakiPedesaan tidak menghemat waktu. Ia membelanjakannya dengan benar.
Matahari, Pamit Undur DiriSetiap matahari terbenam di atas air disiarkan dua kali — sekali di langit, sekali di laut.
Sejengkal RimbaFotografi makro membuktikan Anda tidak pernah perlu bepergian. Anda perlu berlutut.
Tempat Hijau Menjadi IklimHutan hujan bukan tempat yang memiliki tumbuhan. Ia tumbuhan yang memiliki tempat.
Kota sebagai Papan SirkuitDari ketinggian yang cukup, metropolis berhenti menjadi bising dan mulai menjadi logis.
Padang Rumput di KetinggianDi atas ketinggian tertentu, musim panas bukanlah musim. Ia sebuah janji temu.
Dua Langit Seharga SatuDanau yang diam di malam hari adalah satu-satunya cermin yang bersedia dipakai Bimasakti.
Tempat Daratan Melawan BalikGaris pantai yang liar adalah sengketa perbatasan berusia empat miliar tahun, belum juga rampung.
Kota, Sebelum Siapa PunSelama satu jam setiap hari, setiap metropolis sebentar menjadi koleksi pribadi.
Pandangan Panjang Padang RumputTanah lapang tempat satu-satunya peristiwa adalah angin.