WallPaper
Pilihan
Populer
Ponsel
Kategori
Jurnal
Indonesia
▾
English
简体中文
繁體中文
Español
日本語
Deutsch
Français
Português
Русский
한국어
العربية
Indonesia
हिन्दी
Türkçe
Tiếng Việt
Italiano
Polski
فارسی
Nederlands
Jurnal Wallpaper
Catatan tenang tentang cahaya, lanskap, dan warna — serta wallpaper yang lahir darinya.
Resolusi: Seberapa Besar Wallpaper Perlu Dibuat
Layar adalah kisi piksel yang jumlahnya tetap, dan wallpaper hanya perlu menutupinya; sisanya cadangan, bukan prestasi.
Hangat dan Dingin: Dua Suhu Warna dalam Satu Bingkai
Sebagian besar foto yang bagus disinari dua cahaya yang tidak sepakat.
Di Luar Fokus: Latar Belakang Menjadi Apa
Buka diafragma selebar mungkin, dan dunia di belakang subjek berhenti menjadi benda.
Ambang Pintu: bingkai di dalam bingkai
Lengkung pintu yang memutuskan apa yang boleh terlihat, dan mata diam-diam berterima kasih atas pemangkasan itu.
Riak: satu-satunya bentuk yang digambar air sendiri
Setetes jatuh, lingkaran berjalan keluar sampai permukaan melupakannya.
Jendela yang Menyala: Kisi Kota Setiap Malam
Begitu gelap turun, menara melepas volumenya dan menyisakan hitung-hitungan.
Lantai hutan: ketinggian yang tak ditempati siapa pun
Di bawah lutut, hutan menyimpan lanskap kedua — akar, lumut, daun musim gugur lalu, dan cahaya yang sudah disaring dua kali.
Pohon yang Berdiri Sendiri: Satu Subjek, Banyak Tanah
Sebatang pohon, padang terbuka, dan pertanyaan mendadak soal harus berdiri di mana.
Simetri: mata memeriksanya dua kali
Bingkai yang bercermin diperiksa dulu, baru dinikmati.
Potongan rapat: foto yang tak mau menyebut ukurannya
Cukup dekat, sebuah foto berhenti melaporkan skala dan tempat — dan justru karena itu ia betah lama-lama di layar.
Palem: pohon yang memotong cahaya jadi jalur
Daunnya dibuat seperti sisir, dan bayangannya mengaku hal yang sama.
Siluet: yang tersisa ketika cahaya berdiri di belakang
Serahkan pencahayaan kepada langit, dan segala yang berdiri di depannya hanya menyisakan tepi.
Taman: alam yang sudah disunting
Taman lahir ketika seseorang memutuskan tanaman mana yang boleh tinggal.
Batu Tua, Cahaya yang Pelan
Sebuah candi sebagian besar tersusun dari kesabaran, dan cahaya yang melintasinya pun tidak buru-buru.
Jam biru: dua puluh menit setelah matahari pergi
Langit masih menyala, lampu jalan sudah hidup, dan kali ini tak ada yang menang.
Bulu, cukup dekat untuk dihitung
Cukup dekat, burung berhenti menjadi hewan dan berubah menjadi permukaan yang tak pernah dirancang untuk dilihat.
Teratai, dan Kesabaran Air yang Tenang
Kolam hanya mengikuti jadwalnya sendiri; bunga membuka saat cahaya siap.
Gunung Salju, Cahaya Pertama
Sebelum lembah terbangun, puncak-puncak sudah menyala pelan-pelan.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Malam-Malam Ketika Langit Menghijau
Aurora adalah cuaca kiriman matahari, tiba delapan menit terlambat dan berdandan untuk perayaannya sendiri.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Gumuk Pasir: Geometri Tanpa Arsitek
Tak seorang pun merancang gurun, dan itu terlihat jelas — ia terlalu percaya diri untuk sebuah kebetulan.
Ekonomi Singkat Musim Gugur
Selama kira-kira tiga minggu setahun, hutan membelanjakan semua yang telah ditabungnya.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Air Terjun, Melambat Menjadi Sutra
Bukaan lensa yang lama tidak mengaburkan air. Ia memperlihatkan bentuk waktu yang mengalir melewatinya.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Kota-Kota yang Menolak Tidur
Pada malam hari, kota berhenti menjadi infrastruktur dan mulai menjadi panggung.
Puji-Pujian untuk Kabut
Kabut adalah lanskap yang menyunting dirinya sendiri, menyisakan hanya yang penting.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Laut, Mengulangi Dirinya Sendiri
Ombak telah menjalankan eksperimen yang sama selama empat miliar tahun. Hasilnya belum juga keluar.
Danau: Cermin yang Pertama
Pada pagi tanpa angin, danau akan menggandakan gunung mana pun secara cuma-cuma.
Untuk Apa Kegelapan Itu Ada
Berkendaralah dua jam dari kota mana pun, dan alam semesta kembali menyiarkan dirinya.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Ladang di Penghujung Hari
Golden hour adalah permintaan maaf matahari atas teriknya siang.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Ditatap oleh Binatang
Potret satwa liar terbaik membalikkan arah kamera: tiba-tiba Andalah yang sedang diamati.
Warna Persis Liburan
Air toska hanyalah fisika belaka, dan itu tidak membuatnya kurang tak masuk akal.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Gedung-Gedung, Menengadah
Setiap pencakar langit juga adalah diagram dari seseorang yang menolak berhenti.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Danau Alpin, Dingin dan Presisi
Di atas garis pohon, air berhenti menjadi pemandangan dan mulai menjadi bukti.
Bunga dalam Jarak Baca
Lensa makro mengubah tulip menjadi lanskap, dan setetes embun menjadi cuaca.
Jalanan Sehabis Hujan
Hujan tidak merusak foto kota. Ia justru mencucinya menjadi gambar yang utuh.
Embun: lensa terkecil milik pagi
Sekitar setengah jam setelah matahari terbit rumput dipenuhi dunia-dunia terbalik, lalu matahari mengambilnya kembali.
Sungai-Sungai Lampu Depan
Biarkan rana terbuka, dan lalu lintas mengaku apa sebenarnya dirinya: sebuah arus.
Nyaris Kosong, dengan Cermat
Minimalisme bukan ketiadaan benda. Ia adalah kehadiran dari satu benda saja, secara tepat.
Negeri Ngarai
Ngarai adalah autobiografi sungai, ditulis dari atas ke bawah.
Tempat Jam-Jam Berjalan Kaki
Pedesaan tidak menabung waktu. Ia membelanjakannya dengan semestinya.
Warna Tanpa Tugas
Wallpaper abstrak tidak menuntut apa pun dari Anda. Itulah seluruh riwayat hidupnya.
Pemandangan yang Menjelaskan Segalanya
Dari ketinggian empat ratus meter, lanskap berhenti berpose dan mulai mengaku.
Apa yang Dilakukan Salju pada Suara
Salju yang baru turun adalah satu-satunya cuaca yang bisa Anda dengar lewat ketiadaannya.
Matahari, Berpamitan
Setiap matahari terbenam di atas air disiarkan dua kali — sekali di langit, sekali di laut.
Tetangga Terdekat Kita
Bulan adalah satu-satunya lanskap yang telah dilihat langsung oleh setiap manusia yang hidup.
Sejengkal Belantara
Fotografi makro membuktikan Anda tak pernah perlu bepergian jauh. Anda hanya perlu berlutut.
Kota-Kota yang Menghadap Air
Kota pelabuhan adalah sebuah negosiasi: laut mengajukan tawaran, rumah-rumah menjawab dengan warna.
Lima Puluh Rona Klorofil
Tak ada warna dengan sinonim sebanyak hijau hutan, dan tak ada hutan yang memakai kurang dari semuanya.
Kuda-Kuda, Tak Terusik
Sepuluh ribu tahun kemitraan, dan mereka masih bersikap seolah padang itu milik mereka. Memang benar.
Tempat Hijau Menjadi Iklim
Hutan hujan bukan tempat yang memiliki tumbuhan. Ia adalah tumbuhan yang memiliki tempat.
Kepahlawanan Sederhana Jembatan
Jembatan adalah infrastruktur yang mengakui dirinya sebagai puisi.
Tanah yang Masih Dibuat
Negeri gunung berapi adalah geologi tanpa harus menunggu.
Kota sebagai Papan Sirkuit
Dari ketinggian yang cukup, sebuah metropolis berhenti bising dan mulai masuk akal.
Ungu, per Hektare
Ladang lavender adalah apa yang terjadi ketika pertanian tanpa sengaja menciptakan karya seni.
Padang Rumput di Ketinggian
Di atas ketinggian tertentu, musim panas bukanlah sebuah musim. Ia adalah sebuah janji temu.
Garis Kontur yang Bisa Ditanami
Sawah berundak adalah wujud peta topografi ketika orang memaknainya secara harfiah.
Fisika Bulu-Bulu
Burung yang terbang adalah argumen yang berhasil mengalahkan gravitasi.
Awan yang Punya Niat
Garis badai adalah langit yang untuk sekali ini benar-benar melakukan sesuatu, secara kasatmata.
Dua Langit dengan Harga Satu
Danau yang diam di malam hari adalah satu-satunya cermin yang mau dipakai Bima Sakti.
Dua Minggu Warna Merah Muda
Bunga sakura adalah keindahan dengan tenggat waktu, dan itulah seluruh maknanya.
Ikan yang Lamban, Air yang Bercahaya
Kolam koi adalah screensaver yang sudah ada seribu tahun sebelum layar ditemukan.
Tempat Daratan Membalas
Garis pantai liar adalah sengketa perbatasan berusia empat miliar tahun, yang belum juga terselesaikan.
Pantai Berbusana Duka
Pasir hitam membuktikan bahwa pantai tak pernah perlu ceria untuk tetap indah.
Bangunan yang Hidup
Terumbu karang adalah arsitektur, kota, dan penduduknya sekaligus.
Jalanan yang Lebih Tua dari Peta
Di kota tua, setiap belokan yang salah adalah gang favorit seseorang.
Kota, Sebelum Siapa Pun Bangun
Selama satu jam sehari, setiap metropolis sejenak menjadi koleksi pribadi.
Tempat Langit Menyentuh Pasir
Gurun mengerjakan karya terbaiknya justru setelah jam tutup.
Dewan Para Kucing
Kucing besar hanya punya satu ekspresi wajah, dan itu sudah cukup.
Musim Merah
Sebagian negeri mengalami musim gugur. Sedikit yang menggubahnya.
Bentuk-Bentuk yang Tahu Diri
Geometri adalah satu-satunya tempat di mana segalanya persis berada di posisinya.
Sungai, Menjalani Tugasnya
Air selalu menemukan jalan ke bawah. Ia tak pernah sekalipun terburu-buru melakukannya.
Di Atas Cuaca
Naiklah cukup tinggi, dan awan berpindah pihak.
Warna, Ditanam Berbaris
Ladang tulip adalah bukti bahwa orang Belanda pernah menghargai sekuntum bunga lebih mahal dari sebuah rumah, dan Anda bisa memahami alasannya.
Cara Terbang yang Paling Lambat
Balon udara tak bisa dikemudikan, hanya bisa dibujuk. Para penumpang melaporkan bahwa itulah intinya.
Kota dalam Hitam Putih
Hilangkan warna dari sebuah jalan, dan yang tersisa adalah alur ceritanya.
Langit sebagai Bagan Warna
Dua puluh menit setelah matahari terbenam, langit membuat gradasi yang tak akan berani ditiru perangkat lunak mana pun.
Busana Formal, Burung yang Santai
Penguin berpakaian untuk sebuah acara yang tak pernah datang, dan tetap bersemangat menghadapinya.
Benda Mati, Versi Terbaru
Abad ketujuh belas melukis buah dan tengkorak. Kita memotret meja kerja dan kopi. Genrenya tetap bertahan.
Lembah, Terisi Hingga Penuh
Pada pagi-pagi tertentu, lembah terbangun sebagai danau awan, dan bukit-bukit berubah menjadi garis pantai.