Teratai, dan Kesabaran Air yang Tenang
Kolam hanya mengikuti jadwalnya sendiri; bunga membuka saat cahaya siap.
Daun datang lebih dulu — piring-piring hijau datar yang terhampar di atas air, masing-masing dengan satu belahan seperti mata terpejam. Mereka menampung hujan dalam butir-butir dangkal dan membiarkan angin lewat nyaris tanpa komentar. Sebelum satu bunga pun muncul, kolam sudah menata dirinya menjadi lantai yang nyaris bisa kau injak.
Bunga-bunga menjaga jam yang tak tergesa. Mereka membuka menjelang tengah pagi dan menutup lagi saat senja, acuh pada siapa pun yang datang menonton. Kamera yang mau menunggu menangkap yang setengah terbuka — kelopak masih ragu, air di bawahnya begitu tenang hingga menggandakan langit. Tak ada di sini yang menghargai rana cepat; seluruh adegan dibangun untuk menahan napas.
Di layar, kolam melakukan sesuatu yang berguna — ia menolak membuatmu terburu-buru. Hijaunya tetap sejuk, merah mudanya tetap tenang, pantulannya menjaga tepinya tetap lembut. Ini wallpaper yang tak meminta apa pun darimu, dan mungkin justru karena itu kau terus membiarkannya di sana.